RIKI SISWANTO

Berpacu menjadi yang terbaik

Blogroll

    free Backlink Auto Backlink ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

Tarantula Aboreal Dari Brazil

diposting oleh riki-s--fst09 pada 05 November 2012
di Macem Macem - 0 komentar

São Paulo - Seorang ilmuwan menemukan sembilan spesies baru tarantula pemanjat pohon di bagian tengah dan timur Brasil. Tarantula ini sangat unik, karena tubuhnya berwarna-warni, bukan berwarna cokelat seperti tarantula pada umumnya. Sembilan spesies tarantula yang ditemukan Rogério Bertanim, peneliti di Instituto Butantan Brasil, terdiri atas empat genus yang tua dan misterius. Sementara sisanya adalah kelompok tarantula yang bersifat pemilih tanaman sebagai tempat tinggal.

Tarantula Aboreal Dari Brazil

Tarantula Aboreal Dari Brazil
"Penemuan ini melengkapi jumlah spesies tarantula di kawasan ini dari sebelumnya tujuh menjadi enam belas spesies," kata Rogério, seperti dikutip Livescience, Kamis 1 November 2012. Genus Typhochlaena, misalnya, dulu hanya memiliki satu spesies misterius yang dikenal dari tahun 1841. Kini Rogério mengidentifikasi lima spesies anggota genus itu. Typhochlaena adalah tarantula arboreal terkecil di dunia dan masuk kelompok yang sangat tua sehingga dianggap peninggalan dari takson purba.

Rogério juga mengidentifikasi sebuah spesies baru, Pachistopelma bromelicola, yang hidup hanya di dalam bromeliad, sejenis tanaman berbunga. Temuan ini melengkapi Iridopelma katiae, spesies baru yang juga doyan berlindung dalam tanaman bromeliad di habitat aslinya di puncak gunung dengan sedikit pohon. "Bromeliad adalah salah satu tempat hidup favorit tarantula arboreal karena menawarkan air dan perlindungan dari sinar matahari yang intens," kata dia. Rogério menerbitkan penelitian ini secara daring dalam jurnal ZooKeys edisi bulan ini. Tarantula arboreal selama ini diidentifikasi di beberapa daerah tropis di Asia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Hutan Amazon merupakan habitat inti mereka. Tarantula pemanjat pohon ini dicirikan dengan bantalan tipis dan ringan pada pangkal kaki yang membuat mereka lebih mudah memanjat permukaan halus dari cabang-cabang dan daun pohon. Rogério mengatakan semua spesies baru yang ditemukannya bersifat sangat spesifik dengan daerah tempat hidup mereka. Sembilan spesies baru tarantula tersebut juga sama-sama berbagi status terancam oleh aktivitas manusia. LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI TEMPO CO

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :